Dari Keanekaragaman Hayati Menjadi Bioekonomi: Kuasai Seni Isolasi & Standarisasi Fitokimia.
Jangan biarkan riset Anda berhenti hanya pada ekstrak kasar (crude extract). Tingkatkan nilai tambah komoditas herbal hingga ribuan kali lipat melalui teknik ekstraksi terarah, fraksinasi presisi, dan standarisasi baku mutu.
Workshop Kimia Bahan Alam
Kimia Bahan Alam
Indonesia adalah megasenter keanekaragaman hayati dunia, rumah bagi lebih dari 30.000 spesies tumbuhan obat berkhasiat. Namun, mengapa industri obat bahan alam kita masih sering tertinggal? Jawabannya ada pada rantai nilai produksi. Menjual komoditas dalam bentuk simplisia kering atau serbuk kasar hanya menghasilkan nilai ekonomi yang sangat kecil—berkisar antara US$ $1$ hingga US$ $5$ per kilogram. Bahkan, ekstrak kasar terstandar sekalipun hanya dihargai sekitar US 50 hingga US 100 per kilogram.
Lompatan nilai sesungguhnya terjadi saat sains masuk ke dalam laboratorium.
Ketika senyawa aktif diisolasi secara terarah menjadi bahan baku aktif murni (ingredients), nilainya melonjak menjadi US 100 hingga US 1.000 per kilogram. Lebih jauh lagi, ketika senyawa murni tersebut dikembangkan menjadi senyawa penanda (phytochemical marker compounds) bersertifikat untuk keperluan analisis lab, nilainya dapat mencapai US$ 100 hingga US 1.500 per miligram (mg).
Namun, perjalanan mengisolasi senyawa aktif dari matriks tumbuhan yang kompleks tidaklah mudah. Banyak peneliti dan praktisi industri menghadapi tantangan klasik:
Ekstrak yang selalu lengket dan sulit difraksinasi.
Bercak KLT yang tumpang tindih dan sulit dipisahkan pada kromatografi kolom.
Kegagalan memenuhi parameter kritis Farmakope Herbal Indonesia (FHI) akibat kontaminasi atau ketidakstabilan kadar senyawa aktif.
EBM Institute hadir untuk mendampingi Anda memecahkan kerumitan fitokimia tersebut. Kami mendesain program kelas praktis berbasis bukti ilmiah (evidence-based) yang langsung menyentuh akar permasalahan laboratorium Anda. Anda tidak hanya diajarkan teori, melainkan taktik langsung untuk mengekstraksi, memisahkan, mengisolasi, hingga menstandarisasi senyawa target secara presisi sesuai regulasi industri nasional dan global.
Instruktur pelatihan
Dedicated professionals driving our success
Andi Rifki Rosandy, Ph.D
Jabatan: COO (Chief Operating Officer) & Co-Founder
Kredensial Akademik: Doktor Bidang Kimia Bahan Alam
Keahlian Utama: Interpretasi kromatogram dan fragmentasi ion spektra massa GC-MS (NIST Database), pengolahan tanaman atsiri, dan isolasi metabolit sekunder non-polar.
Deskripsi Profil:
Andi berfokus pada eksplorasi dan standardisasi metabolit sekunder potensial Indonesia untuk masuk ke pasar komersial global. Beliau aktif memimpin program kemitraan hilirisasi minyak atsiri dan fraksinasi Tamanu Polyphenol untuk brand kosmetik terapeutik NüU Reboot. Ia merupakan instruktur utama untuk kelas lanjutan GC-MS dan teknik fraksinasi kimia organik.
Ekstraksi Terarah & Isolasi Senyawa Aktif Menggunakan Kromatografi Kolom
Hands-On Workshop Phytochemistry
Pelajari alur isolasi metabolit sekunder secara taktis dari simplisia tanaman. Kuasai pemilihan fase gerak optimal via KLT, teknik pengepakan kolom (wet/dry packing), hingga elusi bertahap (gradient elution) untuk mendapatkan isolat murni.
Standarisasi Parameter Spesifik & Non-Spesifik Ekstrak Bahan Alam Sesuai FHI
Quality Control BPOM Compliant
Tabel Jadwal Pelatihan
Tabel Jadwal Pelatihan Kimia Bahan Alam
EBM Institute Periode 2026
Kategori | Nama Pelatihan Program | Tanggal Pelaksanaan | Metode Pembelajaran | Investasi | Investasi | Link Pendaftaran |
Kimia Bahan Alam | Ekstraksi & Isolasi dengan Kromatografi Kolom | 12 - 13 September 2026 | Tatap Muka (Offline) | Rp 2.500.000 | Rp 3.000.000 | |
Kimia Bahan Alam | Standarisasi Parameter Spesifik & Non-Spesifik Ekstrak | 10 Oktober 2026 | Tatap Muka (Offline) | Rp 2.500.000 | Rp 3.000.000 |