Menghubungkan Molekul Aktif dengan Sel & Organisme Hidup: Kuasai Protokol Biosains secara Etis & Presisi
Sempurnakan keahlian motorik laboratorium Anda. Dari penanganan hewan uji coba berstandar kode etik bersama Adrian S. Siregar, Ph.D., hingga teknik aseptis kultur sel serta analisis ekspresi gen kuantitatif RT-qPCR bersama Rizqiya Astri Hapsari, Ph.D.
Workshop Biosains dan In Vivo
Biosains dan In Vivo
Menemukan senyawa aktif baru yang potensial dari ekstrak tanaman atau rekayasa bioteknologi barulah langkah awal dari sebuah peta jalan riset yang sangat panjang. Tantangan terbesar berikutnya adalah membuktikan: Apakah molekul ini benar-benar aman, nontoksik, dan bekerja efektif di dalam sistem biologis yang hidup?
Di sinilah pengujian pra-klinis secara in vitro (tingkat seluler) dan in vivo (organisme hidup) menjadi penentu mutlak sebelum sebuah produk diizinkan melangkah ke uji klinis manusia. Namun, bekerja dengan makhluk hidup dan sel biologis aktif bukanlah pekerjaan teori di atas kertas. Anda akan menghadapi rintangan nyata yang menuntut keterampilan motorik presisi tinggi:
Kontaminasi Kultur: Satu spora kapang atau bakteri yang lolos di dalam Biosafety Cabinet (BSC) dapat merusak investasi puluhan juta rupiah dan mematikan seluruh stok lini sel (cell line) Anda.
Hewan Uji Stres: Teknik memegang (handling) hewan yang salah akan memicu stres psikologis pada mencit, memicu gigitan, serta memicu lonjakan hormon kortisol yang mengacaukan keabsahan seluruh parameter biologis pengujian Anda.
Penolakan Klirens Etik: Protokol eksperimen yang tidak selaras dengan prinsip internasional kesejahteraan hewan membuat draf penelitian Anda tertahan berbulan-bulan di komite etik.
Analisis Data qPCR yang Bias: Ekstraksi RNA yang kotor atau kesalahan desain sekuens primer akan menghasilkan amplifikasi semu (noise) yang membuat data jurnal ilmiah Anda diragukan penelaah (reviewer).
EBM Institute hadir untuk memastikan setiap pengerjaan biologis Anda berjalan secara presisi dan steril. Kami merancang pelatihan intensif yang didominasi sesi praktik (hands-on) langsung di fasilitas laboratorium biomedis dan kultur sel bersertifikat kami. Dibimbing langsung oleh para doktor lulusan universitas top global yang aktif melakukan riset preklinis, Anda akan dilatih menyentuh, memperlakukan, menganalisis, hingga mengolah data hasil biologis Anda secara akurat dan sahih.
Pelatihan Animal Handling & Uji In Vivo Sesuai Regulasi Kode Etik Penelitian
Sertifikasi Etik Terbatas 15 Peserta
Kuasai teknik penanganan hewan uji secara manusiawi berdasarkan kode etik internasional 3Rs (Replacement, Reduction, Refinement). Pelajari rute pemberian dosis obat (dosing) yang rapi, anestesi, hingga penulisan dokumen klirens etik.
Masterclass Kultur Sel: Teknik Aseptis & Uji Sitotoksisitas MTT Assay
Advanced Bioscience Cleanroom Experience
Kuasai teknik kultur sel mamalia secara steril di Biosafety Cabinet (BSC) Class II. Pelajari alur pemeliharaan, pembekuan sel (cryopreservation), subkultur sel, hingga kalkulasi nilai sitotoksik antikanker IC50.
Deteksi Ekspresi Gen Terapan dengan Real-Time PCR
(RT-qPCR)
SustainabilityGreen Industry
Ungkap mekanisme pengaturan seluler pada tingkat genetik. Kuasai ekstraksi RNA berkualitas tinggi, sintesis cDNA, desain primer spesifik bioinformatika, hingga kalkulasi ekspresi gen kuantitatif relatif.
Intruktur Kelas
Dedicated professionals driving our success
Rizqiya Astri Hapsari, Ph.D
Jabatan: Head of Biotechnology Division
Kredensial Akademik: Doktor Bidang Onkologi Molekuler & Kultur Sel Jaringan Mamalia
Keahlian Utama: Teknik kultur sel aseptis di BSC Class II, uji viabilitas MTT Assay, visualisasi mikroskop fluoresensi, isolasi RNA, sintesis cDNA, serta kuantifikasi ekspresi gen menggunakan Real-Time PCR (RT-qPCR).
Deskripsi Profil:
Dr. Rizqiya memimpin divisi bioteknologi dengan fokus pada pengembangan model evaluasi biomedis in vitro. Beliau memiliki pengalaman luas dalam riset sel punca (stem cell) dan terapi kanker. Di EBM Institute, ia membimbing kelas kultur jaringan dan analisis biomolekuler PCR dari dasar logika genetika hingga interpretasi kurva amplifikasi matematis menggunakan metode relatif.
Adrian S. Siregar, Ph.D
Jabatan: Head of Biomedical Science Division
Kredensial Akademik: Doktor Bidang Toksikologi Preklinis & Farmakologi Biomedis
Keahlian Utama: Evaluasi efikasi dan toksisitas secara in vivo, kode etik penelitian hewan uji berdasarkan prinsip 3Rs (Replacement, Reduction, Refinement), dan analisis histopatologi organ.
Deskripsi Profil:
Sebagai peneliti biomedis, Adrian memastikan seluruh operasional riset dan fasilitas animal house berjalan sesuai dengan kriteria global tertinggi. Beliau memiliki keahlian mendalam dalam merancang protokol uji praklinis terstandar BPOM untuk produk farmasi, herbal, dan suplemen makanan. Ia membimbing langsung kelas praktik motorik animal handling, teknik dosing obat, hingga kualifikasi dokumen pengajuan ethical clearance.
Tabel Jadwal Pelatihan
Tabel Jadwal Pelatihan Biosains dan In Vivo
EBM Institute Periode 2026
Kategori | Nama Pelatihan Program | Tanggal Pelaksanaan | Metode Pembelajaran | Investasi | Investasi | Link Pendaftaran |
Biosains & In Vivo | Animal Handling & Uji In Vivo Sesuai Regulasi Etik | 18 - 19 April 2026 | Tatap Muka (Offline) | Rp 2.500.000 | Rp 3.000.000 | |
Biosains & In Vivo | Masterclass Kultur Sel & Uji Sitotoksisitas MTT Assay | 15 - 17 Mei 2026 | Tatap Muka (Offline) | Rp 2.500.000 | Rp 3.000.000 | |
Biosains & In Vivo | Deteksi Ekspresi Gen Terapan dengan RT-qPCR | 08 - 09 Agustus 2026 | Tatap Muka (Offline) | Rp 2.500.000 | Rp 3.000.000 |